Hadits tentang Batasan Maksimal Rakaat Shalat Tahajud dan tidak boleh ada dua shalat penutup (witir) dalam satu malam

berapa batasan shalat tahajud, shalat tahajud tidak ada batasannya, dalil yang menunjukan bahwa shalat malam tidak dibataskan jumlah rakaatnya yaitu ketika Nabi shalallahu'alaihi wa sallam ditanya mengenai shalat malam, beliau menjawab,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

"Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika salah seorang diantara kalian takut masuk waktu subuh, maka kerjakanlah satu rakaat. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir" (HR. Bukhari, no.990 dan Muslim, no. 749; dari ibnu umar).

Padahal ini dalam konteks pertanyaan Seandainya shalat malam itu ada batasannya, tentu Nabi akan menjelaskannya. yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Dari Thaliq bin 'Ali radhiallahu'anhu, ia mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

"tidak boleh ada dua witir dalam satu malam". (HR. Tirmidzi, no.470; Abu Daud, no.1439; An-Nasa'i, no. 1679. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Refrensi

  1. Buku 24 Jam di bulan Ramadhan
    karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
    diterbitkan pada Rajab 1440 H / Maret 2019

Artikel Dailymuslim_id

    Artikel no. 103
    ditulis oleh Mohammad Aidul Azis
    pada tanggal 10 Maret 2020 M / 15 Rajab 1441 H

0 Response to "Hadits tentang Batasan Maksimal Rakaat Shalat Tahajud dan tidak boleh ada dua shalat penutup (witir) dalam satu malam"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel