Jangan berbangga diri atas harta yang Allah berikan


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّـهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ ﴿٧٦

“...Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri. “ (QS. Al-Qasas (28) : 76).

Ayat ini turun berkenaan dengan kisah Qorun yang menurut pendapat ahli (berdasarkan tafsir ibnu katsir) adalah saudara sepupu Musa ‘alaihi sallam, Ia adalah orang yang kaya raya, dan ia berpendapat bahwa harta yang ada padanya adalah hasil usahanya sendiri atau ilmunya sendiri, bahkan kuncinya sangat berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat (Masih dalam surah Al-Qasas ayat 76), maksud kunci yang berat untuk dipikul adalah terasa berat oleh mereka (orang yang kuat) memikulnya karena banyaknya kunci (yang menunjukan banyaknya harta).

Al-A’masy telah meriwayatkan dari khaisamah, bahwa kunci-kunci perbendaharaan harta Qarun terbuat dari kulit, setiap kunci besarnya sama dengan jari telunjuk. Setiap kunci untuk satu gudang tersendiri secara terpisah. Apabila Qarun berkendaraan, maka semua kunci perbendaharaannya diangkut dengan enam puluh ekor begal yang kuat, menurut pendapat lain diangkut dengan sarana lain, hanya Allah-lah yang mengetahui, Wallahu a’lam bishawab.

Firman Allah ta’ala :

إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ

“Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu terlalu bangga , sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS. Al-Qasas : 76).

Free to share

Yakni kaumnya memberinya nasihat dengan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi kaumnya. Mereka mengatakan kepadanya dengan ungkapan memberi nasihat dan petunjuk, “Janganlah kamu terlalu bangga dengan apa yang telah kamu peroleh.” Dengan kata lain, janganlah kamu membangga-banggakan hartamu.

إِنَّ ٱللَّـهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ ﴿٧٦

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS. Al-Qasas : 76)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah membangga-banggakan diri. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah bersikap jahat dan sewengan-wenang. Sebagaimana sikap orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang telah dia berikan kepadanya.

Kesimpulan

Janganlah harta yang kita pegang, menjadikan kita lalai dalam beribadah, serta membuat kita merasa sombong, seperti halnya Qarun. Allah melimpahkan harta kepadanya sehingga ia menjadi zalim dan munafik, Allah tidak melarang kita untuk menjadi kaya, akan tetapi apakah kita bersyukur atau tidak atas harta yang Allah berikan. Juga Allah tidak melihat antara si miskin dan si kaya, akan tetapi Allah melihat seberapa taqwanya kalian kepada Allah ta’ala sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” (QS. Al Hujurat: 13).

Wallahu a’lam bishawab

Semoga Artikel ini bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ARTIKEL DAILYMUSLIM_ID
Artikel ini dibuat oleh Mohammad Aidul Azis pada tanggal 02 Desember 2019 M

DAFTAR PUSTAKA
Tafsir Ibnu katsir, Al-Qur'an al-fatih

DUKUNG DENGAN SUBSCRIBE DIBAWAH

jangan lupa di konfirmasi dulu ya di email antum, agar bisa mendapat notifikasi dailymuslim_id via email

0 Response to "Jangan berbangga diri atas harta yang Allah berikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel