Al-Qur'an sebagai Penawar (obat) dan juga Rahmat



Al-Qur'an adalah kitab yang mulia, didalamnya terdapat banyak sekali kisah umat terdahulu, baik kaum yang mendapat rahmat, dan kaum yang telah di binasakan, didalam Al-Qur'an sendiri banyak berbicara mengenai tumbuh-tumbuhan, hewan dan lain-lain, sebagaimana telah kita jelaskan mengenai khasiat madu yang tertera dalam Al-Qur'an surah an-Nahl : 68-69 pada artikel sebelumnya

Baca JugaAl-Qur'an berbicara mengenai madu sebagai obat 

dan kali ini kita akan membahas mengenai Dalil ayat Surah al-Isra' : 82 yang didalamnya menjelaskan mengenai penyembuhan melalui al-qur'an, sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢

"Dan kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian" (QS. Al-Israa' : 82)

perlu diketahui bahwa Al-Qur'an lebih banyak untuk mengobati hati, seperti hati yang tidak diterangi atau gelap akan menjadi terang, maksudnya orang yang dahulu dalam kesesatan berbuat maksiat dll, maka Al-Qur'an adalah petunjuk baginya, tetapi hanya Allahlah yang dapat memberi hidayah kepada seseorang, dan yang akan mendapat petunjuk hanyalah orang-orang yang bertakwa seperti yang tertera dalam QS. Al-Baqarah : 2. juga untuk penyembuhan fisik sebagaimana kita ulas dari tafsir di bawah.

free to share

Tafsir - Al-Qur'an adalah Obat Jasmani dan Rohani

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan jiwa. Beliau berkata :

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ

"Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati atau jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yang shahih dan masyhur" (Tafsir Adhwaul Bayan).

Kisah Pengobatan penyakit jasmani menggunakan Al-Qur'an

Berikut kisah pengobatan penyakit fisik atau jasmani dengan menggunakan surah Al-Fatihah. Kisah ini berasal dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu'anhu yang sedang mengobati dengan membacakan bacaan ruqyah kepada orang yang hampir lumpuh karena terkena sengatan kalajengking. Beliau menggunakan Al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah dan ternyata atas izin Allah hal tersebut berhasil menyembuhkannya.

berikut kisahnya dalam hadits,

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻯِّ ﺃَﻥَّ ﻧَﺎﺳًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓﻰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻤَﺮُّﻭﺍ ﺑِﺤَﻰٍّ ﻣِﻦْ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻌَﺮَﺏِ ﻓَﺎﺳْﺘَﻀَﺎﻓُﻮﻫُﻢْ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻀِﻴﻔُﻮﻫُﻢْ . ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻫَﻞْ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺭَﺍﻕٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺳَﻴِّﺪَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻟَﺪِﻳﻎٌ ﺃَﻭْ ﻣُﺼَﺎﺏٌ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻧَﻌَﻢْ ﻓَﺄَﺗَﺎﻩُ ﻓَﺮَﻗَﺎﻩُ ﺑِﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻓَﺒَﺮَﺃَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻓَﺄُﻋْﻄِﻰَ ﻗَﻄِﻴﻌًﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﻨَﻢٍ ﻓَﺄَﺑَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻘْﺒَﻠَﻬَﺎ . ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺫْﻛُﺮَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .- ﻓَﺄَﺗَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﻪُ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺭَﻗَﻴْﺖُ ﺇِﻻَّ ﺑِﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ . ﻓَﺘَﺒَﺴَّﻢَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ‏« ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺩْﺭَﺍﻙَ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺭُﻗْﻴَﺔٌ ‏» . ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺧُﺬُﻭﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﺍ ﻟِﻰ ﺑِﺴَﻬْﻢٍ ﻣَﻌَﻜُﻢْ »

"Dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, 'Apakah di antara kalian ada yang bisa meuqyah karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.' Di antara para sahabat lantas berkata, 'Iya ada.' Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surah Al-Fatihah. Pembesar tersebut pun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi di berikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, dan disebutkan , ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Lalu ia mendatangi Nabi shalallahu'alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada baliau. ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surah Al-Fatihah, 'Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, 'Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?' Beliau pun bersabda, 'Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian' " (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesembuhan dari Al-Qur'an tergantung kadar keimanan seseorang

Keberhasilan pengobatan dengan Al-Qur'an sangat terkait dengan keimanan, kalau tidak sembuh bukan Al-Qur'annya yang salah, tetapi keimanan orang yang menggunakan Al-Qur'an yang kurang. Bisa jadi ada orang yang terlihat shalih tetapi kita tidak tahu keimanannya. Hal ini mencakup baik yang mengobati dan yang di obati. Jadi jika ada orang yang terkena penyakit karena di sengat kalajengking atau yang lebih ringan misalnya disengat tawon, kemudian ada yang membacakan Al-Fatihah namun ternyata tidak sembuh. Maka jangan salahkan Al-Fatihah jika tidak sembuh, tetapi salahkan tangan lemah yang tidak mahir memegang pedang tajam, jika iman, amal, dan tawakkal sebaik Abu Sa'id Al-Khudri maka kita bisa berharap penyakit tersebut sembuh.

selain dari surat diatas yang membahas mengenai penyembuhan dari jiwa dan fisik, ada beberapa surah lain seperti surah Al-Muwadzatain, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat kursi untuk mengobati sihir , dan masih banyak lagi surah yang memiliki keutamaannya masing-masing

Penutup

Perlu diketahui bahwa penyembuhan dari Al-Qur'an itu tergantung dari keimanan seseorang, sebagaimana dalam arti surah Al-Isra : 82 diatas "penawar dan rahmat bagi orang yang beriman" akan tetapi kita perlu hati-hati dengan seseorang yang mengaku alim atau beriman dan dapat meruqyah akan tetapi dengan menggunakan jin sebagai perantaranya. mereka menggunakan bacaan-bacaan dalam al-qur'an dan menyalahgunakannya akan tetapi mereka meminta jin untuk beraksi, karena hal tersebut merupakan perbuatan kesyirikan, juga kita sebaiknya tidak meminta untuk diruqyah, karena orang yang meminta diruqyah bukan termasuk salah seorang dari 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab, sebagaimana tertera dalam hadits.

Wallahu a'lam bishawab
Semoga bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ARTIKEL DAILYMUSLIM_ID
Artikel ini di buat oleh Mohammad Aidul Azis pada 10 safar 1441 H / 09 Oktober 2019 M

DAFTAR PUSTAKA
- Surah Al-Isra : 82
- Muslim.or.id artikel 'Al-Qur'an obat fisik dan jiwa' oleh dr. Raehul Bahraen

TAGGER
#dailymuslim_id #dailymuslim_id_kesehatan

DUKUNG DENGAN SUBSCRIBE DIBAWAH

jangan lupa di konfirmasi dulu ya di email antum, agar bisa mendapat notifikasi dailymuslim_id via email

0 Response to "Al-Qur'an sebagai Penawar (obat) dan juga Rahmat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel