Keutamaan Masjid Nabawi yang Mulia



Masjid Nabawi adalah masjid yang dimuliakan diantara umat islam karena telah djelaskan dalam Al-Qur'an yang mengenai tentang Isra Mi'raj Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam, juga jika shalat didalamnya terdapat kemuliaan yang besar yaitu seperti shalat 1000 shalat di tempat lainnya, dan yang lebih besar dari masjid Nabawi adalah Masjidil Haram yaitu setara dengan 100.000 shalat di tempat lainnya, berikut ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai Madinah Al-Munawarrah, yaitu keutamaan Masjid Nabawi yang mulia. yang terdapat dalam Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri selaku pengajar tetap di Masjid Nabawi.


  • Keutamaan Masjid Nabawi yang Mulia
Masjid Nabawi merupakan salah satu dari ketiga masjid yang secara jelas disebutkan dalam al-Qur'an al-Karim, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ

"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya." (QS. Al-Isra' (17) : 1)

Lafadz al-Aqsha di sini merupakan isyarat yang jelas menunjuk pada Masjid Nabawi, karena al-aqsha (paling jauh) merupakan isim tafdhil dari al-qashi (jauh). Jadi , bagi orang yang berada di Makkah al-Mukarramah, masjid yang jauh darinya adalah masjid Nabawi, sedangkan masjid al-Aqsha (paling jauh) adalah Baitul Maqdis. Jadi penyebutan masjid Nabawi tercakup di dalam penyebutan kedua masjid tersebut (Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha), karena ketika turunnya ayat yang mulia ini, masjid Nabawi belum ada. Kemudian tentang keutamaannya, beliau telah menjelaskan dalam sabdanya, 

صَلَاةٌ فِيْ مَسْجِدِيْ هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِيْ مَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مَائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيْمَا سِوَاهُ

"Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di tempat lainnya selain Masjidil Haram, dan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di tempat lainnya." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 1394 hingga lafadz "إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ", adapun lafazh lanjutannya diriwayatkan oleh Imam Ahmad, no. 14284 dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, 4/499)

Masjid Nabawi merupakan Masjid kedua di antara ketiga masjid yang mana seseorang tidak boleh mengusahakan perjalanan berat kecuali kepada ketiganya, sebagaimana sabdanya,

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: اَلْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِيْيْ هَذَا، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَ

"Tidak boleh perjalanan dipaksakan kecuali menuju tiga masjid; Masjidil Haram, masjidku dan Masjidil Aqsha." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 1189; Muslim, no. 1397)

Masjid Nabawi memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh masjid-masjid lainnya, yaitu raudhah (taman) yang mulia sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam, 

مَا بَيْنَ بَيْتِيْ وَمِنْبَرِيْ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

"Diantara rumahku dan mimbarku terdapat sebuah taman di antara taman-taman surga." (Muttafaq'alaih; al-Bukhari, no. 1195; Muslim, no. 1390)

Free Share

Diriwayatkan pula dari beliau shalallahu'alaihi wa sallam, 

مَنْ صَلَّى فِيْ مَسْجِدِيْ هَذَا أَرْبَعِيْنَ صَلَاةً لَا تَفُوْتُهُ صَلَاةٌ كُتِبَ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ الْعَذَابِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

"Barangsiapa yang shalat di masjidku ini empat puluh shalat, yang mana ia tidak pernah ketinggalan shalat fardhu, maka akan di tuliskan baginya kebebasan dari api Neraka, kebebasan dari Azab dan kebebasan dari kemunafikan." (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 12173. Al-Mundziri mengatakan bahwa perawinya adalah perawi yang digunakan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Diriwayatkan pula oleh ath-Thabrani, 18/362 dan at-Tirmidzi, no. 241 dengan Lafadz berbeda)

Karena itu, menziarahi masjid Nabawi untuk shalat di dalamnya merupakan bentuk Taqarrub di mana seorang Muslim bisa bertawassul dengan (amalannya) itu kepada Rabbnya untuk memohon pemenuhan kebutuhannya dan meraih ridha-Nya.

  • Kesimpulan
Sangat beruntunglah jika kita telah shalat di sana (Masjidil Nabawi) karena di sana terdapat ganjaran yang sangat besar jika shalat di dalamnya juga terdapat makam Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar radhiallahu'anhu, yang sangat berjasa menyampaikan risalah Allah Azza wa Jalla, yang sampai saat ini kita dapatkan kenikmatan keimanan dan keislaman, dan juga disana terdapat tempat-tempat bersejarah lainnya mengenai perkembangan islam hingga sekarang.

mengenai sedikit dalil akhir di atas bahwa jikalau seseorang yang ingin menghindari sikap kemunafikan didalam dirinya, hendaknya orang tersebut shalat 5 waktu selalu di masjid di tempatnya dalam waktu kurun 40 Hari atau sebulan dan tidak ada bolong didalam shalat-nya atau shalat di masjid tersebut, niscaya dirinya akan terhindar dari sikap kemunafikan, juga jika seseorang hendak menerima pegawai dan ingin tidak pegawai itu ingkar terhadap perintahnya maka bisa kita lihat dari shalatnya, atau bisa lakukan cara di atas (info kajian Ustadz Khalid Basalamah, Lc. M.A. di Masjid Al-Ikhlas Karang Tengah Permai ciledug)

Wallahu a'lam Bishawab

Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian
Beramal gratis dengan membagikan artikel link ini kepada muslim yang lain
dan meninggalkan secarik komentar di bawah,
Barakallahu fikum 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ARTIKEL DAILYMUSLIM_ID
Artikel ini ditulis oleh Mohammad Aidul Azis pada 25 Djulhijjah 1440 H / 26 Agustus 2019

DAFTAR PUSTAKA
-Kitab Minhajul Muslim Karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri

DUKUNG DENGAN SUBSCRIBE DIBAWAH

jangan lupa di konfirmasi dulu ya di email antum, agar bisa mendapat notifikasi dailymuslim_id via email

0 Response to "Keutamaan Masjid Nabawi yang Mulia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel