Peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka






Dailymuslim_id - berikut ini adalah ayat mengenai peringatan yang di katakan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang yang sudah di percaya oleh Allah sebagai orang yang selalu mengerjakan perintahnya, bukan orang-orang fasik maupun munafik, bahwa Allah Azza wa Jalla menyuruh agar menjaga dirinya dari Neraka yang didalamnya penuh kepedihan, siksa, dan malaikat-malaikat yang tidak mempunyai belas kasih sayang untuk menyiksa orang-orang yang dimasukan kedalamnya, sebagaimana Dalil ayat dibawah beserta tafsirnya.

Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّـهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim [66] : 6)

TAFSIR DALIL AYAT

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari seorang lelaki, dari Ali ibnu Abu Talib r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. Tahrim: 6).
Makna yang dimaksud ialah didiklah mereka dan ajarilah mereka.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkannya dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. Tahrim: 6).
Yakni amalkanlah ketaatan kepada Allah dan hindarilah perbuatan-perbuatan durhaka kepada Allah, serta perintahkanlah kepada keluargamu untuk berdizikir, niscaya Allah akan menyelamatkan kamu dari api neraka.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. Tahrim: 6).
Yaitu bertakwalah kamu kepada Allah dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk bertakwa kepada Allah.

Qatadah mengatakan bahwa engkau diperintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan engkau cegah mereka dari perbuatan durhaka terhadap-Nya. Dan hendaklah engkau tegakan terhadap mereka perintah Allah dan engkau anjurkan mereka untuk mengerjakannya serta engkau bantu mereka untuk mengamalkannya. Dan apabila engkau melihat di kalangan mereka terdapat suatu perbuatan maksiat terhadap Allah , maka engkau harus cegah mereka darinya dan engkau larang mereka melakukannya. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak dan Muqatil, bahwa sudah merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim mengajarkan kepada keluarganya baik dari kalangan kerabatnya ataupun budak-budaknya, hal-hal yang difardhukan oleh Allah dan mengerjakannya kepada mereka hal-hal yang dilarang oleh Allah yang harus mereka jauhi.

Semakna dengan ayat ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, dan Imam Turmuzi melalui hadits Abdul Malik, ibnu Rabi’ ibnu Sabrah, dari Ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda :

"مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ، فَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا"

 “Perintahkanlah kepada anak untuk mengerjakan shalat bila usianya mencapai tujuh tahun; dan apabila usianya mencapai sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.

Ini menurut lafaz Abu Daud.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Imam Abu Daud telah meriwayatkan pula malalui hadits Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Hal yang semisal. Ulama fiqih mengatakan bahwa hal yang sama diberlakukan terhadap anak dalam masalah puasa, agar hal tersebut menjadi latihan baginya dalam beribadah, dan bila ia sampai pada usia baligh sudah terbiasa untuk mengerjakan ibadah, ketaatan, dan menjauhi maksiat serta meninggalkan perkara yang mungkar.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS. At-Tahrim: 6)

وَقُودُ

Waqud artinya bahan bakarnya yang dimasukan ke dalamnya, yaitu tubuh-tubuh anak Adam.

وَالْحِجَارَة

“dan batu. (QS. At-Tahrim: 6)
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan batu adalah berhala-berhala yang dahulunya dijadikan sesembahan, karena ada firman Allah Subhanahu wa ta’ala. Yang mengatakan:

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّـهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam. (QS. Al-Anbiya: 98)

Ibnu Mas’ud, Mujahid, Abu Ja’far Al-Baqir, dan As-Saddi mengatakan bahwa batu yang dimaksud adalah batu kibrit (fosfor). Mujahid mengatakan bahwa batu itu lebih busuk baunya daripada bangkai.

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan hal ini, dia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Sinan Al-Minqari, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz (yakni ibnu Abu Daud) yang mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Membaca ayat ini, yaitu firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; (QS. At-Tahrim: 6) sedangkan dihadapan beliau terdapat para sahabatnya yang diantara mereka terdapat seorang yang sudah lanjut usianya, lalu orang tua itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah batu Jahanam sama dengan batu dunia?” Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menjawab :


"وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَصَخرة مِنْ صَخْرِ جَهَنَّمَ أعظمُ مِنْ جبَال الدُّنْيَا كُلِّهَا".

“Demi Tuhan yang jiwaku berada didalam genggaman-Nya, sesungguhnya sebuah batu Jahanam lebih besar daripada semua gunung yang ada di dunia.


Lalu orang tua itu jatuh pingsan karena mendengarnya, maka Nabi shalallahu’alaihi wa sallam meletakan tangannya di jantung orang tua itu dan ternyata masih berdegup (berdetak), berarti dia masih hidup. Maka beliau shalallahu’alaihi wa sallam menyerunya (menyadarkannya) seraya bersabda, “Hai orang tua, katakanlah, ‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah’.” Maka orang tua itu membacanya sepuluh kali, dan Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menyampaikan berita gembira masuk surga kepadanya. Maka para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, apakah di antara kita?” Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mengiyakan dan beliau membaca firman-Nya”

ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

“yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan takut kepada ancaman-Ku (QS. Ibrahim : 14)

Hadits ini mursal lagi garib.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ

“Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras (QS. At-Tahrim : 6)
Yakni watak mereka kasar dan telah di cabut dari hati mereka rasa belas kasihan terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah.  Mereka juga keras, yakni bentuk rupa mereka sangat keras, bengis, dan berpenampilan sangat mengerikan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami  ayahku, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa apabila permulaan ahli neraka sampai neraka, maka mereka menjumpai pada pintunya empat ratus ribu malaikat penjaganya, yang muka mereka tampak hitam dan taring mereka kelihatan hitam legam. Allah telah mencabut dari hati mereka rasa kasih sayang; tiada kasih sayang dalam hati seseorangpun dari mereka barang sebesar zarrah pun. Seandainya di terbangkan seekor burung dari pundak seseorang dari mereka selama dua bulan terus-menerus, maka masih belum mencapai pundak yang lainnya. Kemudian di pintu itu mereka menjumpai sembilan belas malaikat lainnya, yang lebar dada seseorang dari mereka sama dengan perjalanan tujuh puluh muslim gugur. Kemudian mereka di jerumuskan dari satu pintu ke pintu lainnya selama lima ratus tahun, dan pada tiap-tiap pintu neraka jahannam mereka menjumpai hal yang semisal dengan apa yang telah mereka jumpai pada pintu pertama, hingga akhirnya sampailah mereka ke dasar neraka.

free to share

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

لَّا يَعْصُونَ اللَّـهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦

“Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya. (QS. At-Tahrim : 6 )

Maksudnya, apa pun yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka, sekejap pun, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengerjakannya; tugas apa pun yang dibebankan kepada mereka, mereka tidak mempunyai kelemahan. Itulah Malaikat Zabaniyah atau juru siksa, semoga Allah melindungi kita dari mereka.

Wallahu a’lam bishawab
semoga bermanfaat
dukung kami dengan mensubscribe youtube kami, berkomentar di artikel ini dan ikuti fanspage kami di facebook
Jazakumullahu Khairan ( semoga Allah membalas mu dengan kebaikan )

ARTIKEL DAILYMUSLIM_ID
Artikel ini dibuat pada tanggal 21 juni 2019 M /  19 Syawal 1440H

DAFTAR PUSTAKA
- Al-Qur'an Al-Haqq
- Tafsir Ibnu Katsir Online


BAGIKAN KE
aktifkan notifikasi dailymuslim_id

setelah itu cek email dan konfirmasi email yang masuk

0 Response to "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka"

Post a Comment