Keutamaan Shalat Tahajud






Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
jazakumullahu khairan

PEMBUKAAN

Shalat Tahajud adalah shalat yang isimewa, mengapa di anggap istimewa, karena pada malam itu tepatnya pada 1/3 malam terakhir, Allah Subhanahu wa ta'ala turun ke langit dunia, untuk mengabulkan doa-doa hambanya saat mereka sedang bermunajat maupun berdoa pada malam tersebut. Dan pada artikel kali ini admin akan memberikan keutaman yang dilakukan bagi orang yang menunaikan shalat tahajud

MAKSUD SHALAT TAHAJUD

Sebelum itu mari kita simak dulu penjelasan mengenai apa itu shalat tahajud. Shalat malam (Qiayamul Lail) biasa disebut juga dengan shalat tahajud. Mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur. ( lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/397, Al Maktabah At Taufiqiyah )

KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD

1. Orang yang sering melaksanakan Shalat tahajud merupakan sifat orang bertaqwa dan calon penghuni surga.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman ( surga ) dan mata air - mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka, Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar." ( QS. Adz Dzariyat: 15-18 ).

Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, "Mereka bersengaja melaksanakan Qiyamul Lail ( shalat tahajud ). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur ( menjelang shubuh ). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur." ( lihat tafsir Al-Qur'an Al'Azhim, Ibnu Katsir, 13/212, Maktabah Al Qurthubah ).

2. Tidak sama antara orang yang shalat malam dan yang tidak.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,

أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَاب

"( Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada ( azab ) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: " Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? " Sesungguhnya orang yang  berakallah yang dapat menerima pelajaran. " (QS. Az Zumar: 9).

yang dimaksud qunut dalam ayat ini bukan hanya sekedar berdiri, namun juga disertai dengan khusyu'. ( lihat Tafsir Al-Qur'an Al 'Azhim, 12/115 )

Salah satu maksud dari ayat ini adalah "Apakah sama antara orang yang berdiri untuk beribadah ( di waktu malam ) dengan orang yang tidak demikian ?! " ( lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 7/166, Al Maktab Al Islami ). Jawabannya adalah tentu saja tidak sama.

3. Shalat Tahajud adalah sebaik-baik shalat sunnah.

Nabi shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Nabi " Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah ( Muharram ). Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim no.1163, dari Abu Hurairah )

An- Nawawi Rahimahullah mengatakan, “ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa shalat sunnah di malam hari lebih baik dari shalat sunnah di siang hari. Ini juga adalah dalil bagi ulama Syafi’iyah ( yang satu madzhab dengan kami ) di antaranya Abu Ishaq Al Maruzi dan yang sepaham dengannya, bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib. Sebagian ulama Syafi’iyah yang lain berpendapat bahwa shalat sunnah rawatib lebih afdhol ( lebih utama ) dari shalat malam karena kemiripannya dengan shalat wajib. Namun pendapat pertama tetap lebih kuat dan sesuai dengan hadits. Wallahu a’lam. ( Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, 9/55, Dar Ihya’ At Turots Al’Arobi, Beirut, 1392 )

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Waktu tahajud di malam hari adalah sebaik-baik waktu pelaksanaan shalat sunnah. Ketika itu hamba semakin dekat dengan Rabbnya. Waktu tersebut adalah saat di bukakannya pintu langit dan terijabahnya (terkabulnya) do’a. Saat itu adalah waktu untuk mengemukakan berbagai macam hajat kepada Allah. “ ( Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 77, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, tahun 1428 H )

‘Amr bin Al’Ash mengatakan, “ Satu raka’at shalat sunnah di malam hari lebih baik dari 10 raka’at shalat sunnah di siang hari.” Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya. ( Lathoif Al Ma’arif, hal.76 )

Ibnu Rajab mengatakan, “Disini ‘Amr bin Al-Ash membedakan antara shalat malam dan shalat di siang hari. Shalat malam lebih mudah dilakukan sembunyi-sembunyi dan lebih mudah mengantarkan pada keikhlasan.” ( Idem ) . Inilah sebabnya para ulama lebih menyukai shalat malam karena amalannya yang jarang dilakukan orang lain.

4. Shalat tahajud adalah kebiasaan orang shalih.

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersada,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ

“Hendaklah kalian melaksanakan Qiyamul lail ( shalat malam ) karena shalat malam adalah kebiasaan orang shalih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. “ ( lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan )

5. Sebaik-baik orang adalah yang melaksanakan shalat tahajud.

Nabi shalallahu’alaihi wa sallam pernah mengatakan mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar,

« نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ ، لَوْ كَانَ يُصَلِّى بِاللَّيْلِ » . قَالَ سَالِمٌ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ لاَ يَنَامُ مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَلِيلاً .

“ Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah ( maksudnnya adalah Ibnu ‘Umar ) seandainya ia mau melaksanakan shalat malam.” Salim mengatakan, “Setelah dikatakan seperti ini, Abdullah bin ‘Umar tidak pernah lagi tidur di waktu malam kecuali sedikit.” ( HR. Bukhari no. 3739, dari Hafshoh )

Wallahu a’lam bishawab

Dan itulah sedikit penjelasan mengenai keutamaan shalat tahajud,
Semoga bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



BAGIKAN KE
aktifkan notifikasi dailymuslim_id

setelah itu cek email dan konfirmasi email yang masuk

0 Response to "Keutamaan Shalat Tahajud"

Post a Comment