Ketika Bangsa jin mendengarkan bacaan Al-Qur'an Rasulullah


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu Khairan ( Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan )

PEMBUKAAN

   Jin atau dalam bahasa arab جن Janna, secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “Tersembunyi” atau tidak terlihat”. Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah Subhanahu wa ta’ala, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad, maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia, jin merupakan makhluk yang tersembunyi atau tidak terlihat oleh mata kita yang diciptakan oleh Allah dari Api yang murni, hanya saja ada sebagian orang yang dapat melihatnya, banyak dari para sahabat nabi yang pernah melihatnya seperti Abu Bakar, dan sahabat yang lainnya, berikut ini mari kita tela’ah ketika nabi Muhammad menyiarkan Al-Qur’an kepada Bangsa jin.

DALIL

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :


وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ﴿٢٩﴾ قَالُوا۟ يَـٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَـٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٣٠﴾ يَـٰقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّـهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. ( QS. Al-Ahqaf (46) : 29-31 )

Asbabun Nuzul Turunnya ayat tersebut : Dari Ibnu Mas’ud bahwa ketika Nabi shalallahu’alaihi wa sallam membaca Al-Qur’an di tengah kebun kurma, Turunlah sembilan jin diantaranya bernama Zauba’ah, untuk mendengarkan serta mengingatkan kawan-kawannya agar memperhatikan bacaan itu. Ayat ini menceritakan peristiwa tersebut (HR. Ibnu Abi Syaibah)

TAFSIR IBNU KATSIR

Abu Bakar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Ahmad az-Zubairi, dari Sufyan, dari ‘Ashim, dari Zirr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: “Jin-jin itu turun mendekati Nabi saw. ketika itu beliau sedang membaca al-Qur’an di tengah-tengah Nakhlah. Ketika mendengar bacaan beliau, jin-jin itu berkata: ‘Diamlah kalian semua.’ Mereka berjumlah sembilan orang, salah satunya adalah Zauba’ah.

Hadits ini dan yang pertama dari riwayat Ibnu ‘Abbas menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam tidak menyadari kehadiran mereka pada kali ini, karena mereka hanya sekilas mendengarkan bacaan beliau dan kemudian kembali kepada kaumnya. Dan setelah itu mereka mengirimkan utusan kepada beliau kelompok demi kelompok, rombongan demi rombongan.

Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, semuanya bersumber dari Ma’n bin ‘Abdirrahman, ia berkata: Aku pernah mendengar ayahku berkata: Aku pernah bertanya kepada Masruq: “Siapakah yang memberitahu Nabi shalallahu'alaihi wa sallam. pada malam para jin mendengar bacaan al-Qur’an?”Ia menjawab: “Ayahmu,  yakni Ibnu Mas’ud - pernah memberitahuku, bahwa yang memberitahu kehadiran jin itu adalah sebatang pohon.” Mungkin hal ini terjadi pada kali pertama dan menjadi ketetapan yang didahulukan atas penafian Ibnu ‘Abbas. Dan mungkin juga hal itu terhadap pada kali pertama, tetapi beliau tidak menyadari kehadiran mereka pada saat mereka mendengar bacaan beliau, sehingga sebatang pohon memberitahu beliau tentang kehadiran mereka. wallaaHu a’lam.” Dan mungkin juga hal itu terjadi pada beberapa kali terakhir. wallaaHu a’lam.

Al-Hafizh al-Baihaqi berkata: “Apa yang diceritakan Ibnu ‘Abbas ini tiada lain adalah pertama kali jin mendengarkan bacaan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam. dan mereka mengetahui keadaan beliau. Sedang pada saat itu, beliau sendiri belum mengajarkan al-Qur’an kepada mereka dan belum juga melihat mereka. Kemudian setelah itu beliau didatangi oleh penyeru jin, lalu beliau membacakan al-Qur’an kepada mereka seraya menyeru mereka beriman kepada Allah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud.

Beberapa riwayat dari Ibnu Mas’ud mengenai hal ini:

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Alqamah, ia bercerita: Aku pernah tanyakan kepada ‘Abdullah bin Mas’ud: “Adakah salah seorang di antara kalian yang menemani Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam pada malam hadirnya jin itu?” Ibnu Mas’ud menjawab: “Tidak ada seorangpun dari kami yang menemani beliau, tetapi kami memang pernah kehilangan beliau pada suatu malam di Makkah, maka kami katakan: ‘Apakah beliau diculik? Apakah beliau dibawa lari? Apa yang tengah beliau kerjakan?’ Lebih lanjut Ibnu Mas’ud menuturkan: ‘Maka kami menjalani malam yang amat kelabu. Dan pada permulaan pagi hari – atau ia berkata -, pada waktu sahur tiba-tiba kami mendapati beliau datang dari arah Hira’. Lalu kami tanyakan: Ya Rasulallah.’ Maka mereka menyebutkan apa yang mereka alami. Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya aku didatangi penyeru jin, lalu aku datangi mereka kemudian aku bacakan [al-Qur’an] kepada mereka.’ Kemudian beliau berangkat, lanjut Ibnu Mas’ud, dan memperlihatkan kapada kami bekas-bekas mereka dan bekas api mereka.’”

Ia mengatakan, asy-Sya’bi berkata: “Mereka bertanya kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam tentang bekal para jin itu. ‘Amir mengungkapkan bahwa mereka bertanya kepada beliau di Makkah, dan mereka itu termasuk jin Jazirah Arab. Maka beliau menjawab: ‘Yaitu setiap tulang binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah yang kalian peroleh dengan tangan kalian adalah lebih melimpah [bagi kalian] daripada bila ia menjadi daging, dan setiap kotoran binatang adalah sebagai makanan bagi binatang tunggangan mereka. Oleh karena itu, janganlah kalian beristinja’ dengan menggunakan keduanya, karena keduanya adalah bekal saudara kalian dari bangsa jin.’” Demikian pula diriawayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim.

Sedangkan dari jalan lain, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ia berkata: Pada malam hadirnya jin, Nabi shalallahu'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: “Apakah ada air bersamamu?” Kukatakan: “Tidak ada air bersamaku, tetapi aku membawa tempat yang di dalamnya terdapat nabidz [perasan kurma].” Maka Nabi saw. berkata: “Ia merupakan buah yang baik dan air yang suci.” Demikian hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari hadits Ibnu Zaid.

Semua jalan hadits tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam. pergi menemui jin itu dengan sengaja, lalu beliau membacakan ayat al-Qur’an kepada mereka dan mengajak mereka ke jalan Allah. Dan Allah Ta’ala telah mensyariatkan kepada mereka melalui lisan beliau apa yang mereka memang sangat membutuhkannya pada saat itu.

Ada kemungkinan pula bahwasannya mereka pertama kali mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam membaca Al-Qur’an, dan beliau tidak menyadari kehadiran mereka, sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu ‘Abbas. Setelah itu, para jin itu mengirim utusan untuk menemui beliau, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud.

Adapun Ibnu Mas’ud, maka ia tidak bersama Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam pada saat beliau berbicara dengan jin dan berdakwah kepada mereka, tetapi pada saat itu ia berada jauh dari beliau. Dan tidak seorang pun bersama beliau selain dia. Namun, dia pun tidak menyaksikan tatkala beliau berbicara dengan jin. Demikianlah metode al-Baihaqi.

Mungkin juga (peristiwa itu) pertama kali yang terjadi, beliau pergi sendirian kepada jin dan tidak bersama Ibnu Mas’ud, juga sahabat lainnya bersama beliau, sebagaimana tampak pada lahiriah konteks riwayat yang pertama, dari jalan Imam Ahmad, dan riwayat itu juga ada pada Muslim. Kemudian setelah itu beliau pergi bersama Ibnu Mas’ud pada malam yang lain. wallaaHu a’lam.

KESIMPULAN

Dan itulah kejadian ketika Rasulullah membacakan Al-Qur’an kepada para jin, dan jin tersebut menyampaikan apa yang dibacakan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam kepada kaumnya sebagai peringatan. Perlu kita sadari bahwa makhluk Allah seperti jin itu ada yang beriman dan ada yang tidak beriman, sama halnya seperti manusia, ada yang beriman dan juga tidak ada yang beriman, Jin itu pada awalnya berasal dari Iblis yang tercipta dari Api Murni dan Manusia berasal dari Adam yang tercipta dari Tanah yang murni, yang diturunkan Allah ke dunia akibat melanggar perintah Allah, dan tinggal di dunia hingga waktu yang ditentukan.

Semoga bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artikel Dailymuslim_id
Artikel ini dibuat pada tanggal 17 mei 2019 M / 12 Ramadhan 1440 H

DAFTAR PUSTAKA
Tafsir Ibnu Katsir, AlQuranmulia.wordpress, wikipedia, Al-Qur’an Al-Fatih Surah Al-Ahqaf 29-31

DUKUNG DENGAN SUBSCRIBE DIBAWAH

jangan lupa di konfirmasi dulu ya di email antum, agar bisa mendapat notifikasi dailymuslim_id via email

0 Response to "Ketika Bangsa jin mendengarkan bacaan Al-Qur'an Rasulullah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel