Derajat bagi para penghuni Surga | Penghuni Surga






Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jazakumullahu khairan ( semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan )

PEMBUKAAN

    Dailymuslim_id - Surga adalah tempat kediaman dan tempat peristirahatan yang sangat di inginkan oleh semua orang, begitu pula disurga, disana terdapat derajat - derajat surga bagi para penghuninya, berikut ini mari kita simak pembahasan mengenai derajat - derajat disurga dari buku karya Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah Rahimahullah yang berjudul Mukhtashar Hadil Arwah Ila Biladil Afrah.

DERAJAT – DERAJAT DISURGA

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّـهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّـهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّـهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا ﴿٩٥﴾ دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّـهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿٩٦

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa (4) : 95-96)


Perhatikanlah bagaimana Allah menetapkan keunggulan dengan satu derajat, kemudian menetapkannya pada kali kedua dengan beberapa derajat. Ada yang berkata, yang pertama antara mujahid dengan orang yang tidak berjihad karena dia mempunyai udzur. Yang kedua. Antara mujahid dengan orang yang tidak berjihad tanpa udzur.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,


أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّـهِ كَمَن بَاءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللَّـهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿١٦٢﴾ هُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ ﴿١٦٣

Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. ( QS. Ali Imran (3) : 162-163 )

Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman,


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّـهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ﴿٤

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. ( QS. Al-Anfal (8) : 2-4 )

Dalam ash-Shahihain, dari Abu Sa’id al-Khudri Radiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنَ الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ، قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ، تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغَهَاغَيْرُهُمْ؟ قَالَ: بَلَى، وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِيْنَ.

“ Sesungguhnya penghuni surga melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana mereka melihat bintang yang bersinar dari langit timur atau barat karena perbedaan derajat mereka. “ Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah derajat para nabi yang tidak dijangkau oleh selain mereka.” Nabi menjawab, “Benar, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, namun orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul (juga bisa meraihnya). “ ( HR. Al-Bukhari, no.3256 dan Muslim, no.2831)

Dan Lafadz al-Bukhari adalah dengan kata, فِى الْأُفُقِ  ”di ufuk” ini lebih jelas. Dan kata اَلْغَابِر
 Adalah bintang yang bergerak dan berlalu yang mungkin mendekat saat akan terbenam. Bintang ini dipakai sebagai perumpamaan dan bukan bintang yang terletak diatas kepala padahal ia lebih tinggi, untuk menetapkan dua faidah:

Pertama: jauhnya ia dari pandangan mata.

Kedua, menetapkan bahwa surga itu memiliki derajat – derajat yang sebagian darinya lebih tinggi dari sebagian yang lain sekalipun derajat yang tinggi tidak mesti di atas kepala yang dibawahnya, seperti kebun-kebun yang terhampar dari puncak gunung hingga ke kaki gunung. Wallahu a’lam.

Dari Sahal bin Sa’ad Radiallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفَةِ فِي الْجَنَّةِ كَمَا تَرَوْنَ الْكَوْكَبَ فِيْ أُفُقِ السَّمَاءِ

“Sesungguhnya para penghuni surga akan melihat penghuni kamar-kamar di surga sebagaimana mereka melihat  bintang yang bersinar di langit.” ( HR. Al-Bukhari, no.6555 dan Muslim, no,2830 )

Dalam al-Musnad, Dari Abu Sa’id al-Khudri Radiallahu’anhu, dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ: اِقْرَأْ وَاصْعَدْ، فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدْ بِكُلِّ آيَةٍ دَرَجَةً، حَتَّى يَقْرَأُ آخِرَ شَيْءٍ مَعَهُ

"Dikatakan kepada penghafal al-Qur’an saat dia masuk surga ‘Bacalah dan naiklah.’ Maka dia membaca dan naik satu derajat dengan setiap ayat, hingga dia membaca ayat terakhir yang dikuasainya.” ( HR. Ahmad dalam al-Musnad, 3/40 )

SILAHKAN SHARE QUOTES DIBAWAH
FREE REPOST



PENUTUP

Dan itulah penjelasan mengenai derajat- derajat yang berada disurga, semoga kita termasuk kedalamnya bahkan mendapatkan surga tertinggi yaitu firdaus tanpa hisab,

Wallahu a’lam Bishawab

Semoga Bermanfaat
Barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Artikel ini ditulis oleh Mohammad Aidul Azis
Pada tanggal
8 Ramadhan 1440 H / 13 Mei 2019 M

DAFTAR PUSTAKA
Buku Kemegahan & Keindahan Surga serta para penghuninya ( pustaka Darul Haq )
Diintisarikan dari kitab Mukhtashar Hadil Arwah Ila Biladil Afrah
Karya Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah Rahimahullah


BAGIKAN KE
aktifkan notifikasi dailymuslim_id

setelah itu cek email dan konfirmasi email yang masuk

0 Response to "Derajat bagi para penghuni Surga | Penghuni Surga"

Post a Comment