Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
jazakumullahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)
Berikut kita akan menjelaskan mengenai Keutaman Shalat Sunnah Rawatib

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH RAWATIB

1. Shalat adalah sebaik-baik amalan

Nabi shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,

وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ

"Ketahuilah, Sebaik-baik amalan bagi kalian adalah shalat."  [HR. Ibnu Majah no. 277, Ad Darimi no. 655 dan Ahmad (5/282), dari Tsauban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

2. Akan meninggikan derajat disurga karena banyaknya shalat tathowwu' (shalat sunnah) yang dilakukan

Tsauban (bekas budak Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam) pernah ditanyakan mengenai amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kemudian Tsauban mengatakan bahwa beliau pernah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, lantas beliau menjawab,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

"Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah karena tidaklah engkau bersujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu." [HR. Muslim no. 488]

hadits diatas menjelaskan bahwa sekali sujud sudah meningkatkan derajat, bagaimana dengan banyak sujud dalam shalat-shalat baik itu shalat fardu dengan shalat-shalat sunnah lainnya.

3. Menutup kekurangan dalam shalat wajib

Seseorang ketika melaksanakan shalat lima waktu seringkali mendapat kekurangan disana-sini baik dari pikirannya yang lalai, tidak khusyuk, lupa dan lain sebagainya,sebagaimana diisyaratkan oleh nabi Shalallahu'alaihi wa sallam, 

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلاَّ عُشْرُ صَلاَتِهِ تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا

"Sesungguhnya seorang ketika selesai dari shalatnya hanya tercatat baginya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima. seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya." [HR. Abu Daud no. 796 dan Ahmad (4/321), dari ‘Ammar bin Yasir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.]

untuk menutupi kekurangan tersebut, disyari'atkanlah shalat sunnah. Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

"Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat adalah amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta'ala mengatakan pada malaikatnya dan dia lebih mengetahui segala sesuatu, "Lihatlah kalian pada shalat hamba-ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian pada hamba-ku memiliki amalan shalat sunnah? jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu." [HR. Abu Daud no. 864, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

4. Rutin mengerjakan shalat rawatib 12 raka'at dalam sehari akan dibangunkan rumah disurga.

Dari Ummu Habibah (Istri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam), Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka'at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangunkan sebuah rumah disurga." [HR. Muslim no. 728.]
coba kita lihat bagaimana keadaan para periwayat hadits diatas ketika mendengar hadits tersebut. diantara periwayat hadits diatas adalah

  • An Nu'man bin Salim
  • 'Amr bin Aws
  • 'Ambasah bin Abi Sufyan 
  • Ummu Habibah (Istri Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam) yang mendengar dari Nabi shalallahu'alaihi wa sallam secara langsung

Ummu Habibah mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari sejak aku mendengar Hadits tersebut langsung dari Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam."

'Ambasah mengatakan, " Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka'at dalam shari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah."

'Amr bin Aws mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari 'Ambasah."

An Nu'man bin Salim mengatakan," Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari 'Amr bin aws."

yang dimaksudkan dengan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari dijelaskan dalam riwayat At-Tirmidzi, dari 'Aisyah. Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

"Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari, maka Allah akan membagunkan bagi dia sebuah rumah disurga. Dua belas raka'at tersebut adalah empat raka'at sebelum zhuhur, dua raka'at sesudah zhuhur, dua raka'at sesudah maghrib, dua raka'at sesudah 'isya, dan dua raka'at sebelum subuh."[HR. Tirmidz no. 414, dari ‘Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Hadits diatas menunjukan dianjurkannya merutinkan shalat sunnah rawatib sebanyak 12 raka'at setiap harinya. [Lihat Bughyatul Mutathowwi’fii Sholati At Tathowwu’.]

Dua belas raka'at rawatib yang dianjurkan untuk dijaga adalah :
  1. Empat raka'at sebelum dzuhur [Dikerjakan dua raka’at salam dan dua raka’at salam.]
  2. dua raka'at sesudah dzuhur
  3. dua raka'at sesudah maghrib
  4. dua raka'at sesudah 'Isya
  5. dua raka'at sebelum subuh.

SHALAT QOBLIYAH SUBUH JANGAN SAMPAI DITINGGALKAN

Shalat sunnah qobliyah subuh atau shalat sunnah fajr memiliki keutamaan sangat luar biasa. diantaranya disebutkan dalam hadits 'Aisyah Radiallahu'anha,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua raka'at sunnah fajar (Qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya."[HR. Muslim no. 725.]

Nabi shalallahu'alaihi wa sallam sangat bersemangat melakukan shalat ini, sampai-sampai ketika safar pun beliau terus merutinkannya.

'Aisyah Radiallahu'anha mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ

"Nabi shalallahu'alaihi wa sallam tidaklah memiliki perhatian yang luar biasa untuk shalat sunnah selain shalat sunnah fajar."[HR. Bukhari no. 1169.]

Ibnul Qayyim mengatakan, "Termasuk diantara petunjuk Nabi shalallahu'alaihi wa sallam ketika bersafar adalah mengqoshor shalat fardhu dan beliau tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba'diyah. Yang biasa beliau tetap lakukan adalah mengerjakan shalat sunnah witr dan shalat sunnah qobliyah subuh. Beliau tidak pernah meninggalkan kedua shalat ini baik ketika bermukim dan ketika bersafar." [Zaadul Ma’ad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/456, Muassasah Ar Risalah, cetakan keempat, 1407 H. [Tahqiq: Syu’aib Al Arnauth, ‘Abdul Qadir Al Arnauth]]

semoga bermanfaat
barakallahu fikum
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

DUKUNG DENGAN SUBSCRIBE DIBAWAH

jangan lupa di konfirmasi dulu ya di email antum, agar bisa mendapat notifikasi dailymuslim_id via email

0 Response to "Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel